Sukses… Launching Buku Ajar Pegon Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah

Berita

Semarang, 25 Juli 2020 pukul 10.00 WIB. DPW FKDT Lounching buku Ajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah dengan tulisan PEGON (Tulisan arab dengan bahasa Indonesia).

Berawal dari usulan Kyai ustadz dan stakeholder serta santri Madin, diusung dari kesepakatan DPC FKDT, kemudian FKDT Jawa Tengah merespon dan merealisasikan bersama tim pegonisasi yang dipandegani oleh Yai Zaenul Muttaqin selaku ketua tim dan bekerjasama dengan Penerbit Media Tama, maka Terbitlah buku Ajar Pegon MDTA tersebut.

Habib Assegaf biasa disebut Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf memberikan testimoninya “Buku ini sangat bagus, dan membantu santri dalam belajar Agama Islam dan Al-Quran, yang mana tulisan pegon sudah hampir punah, kali ini di uri uri kembali tandasnya”.

Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Tengah (Bapak H. Musta’in, M.H.) pun memberikan dukungan yang sangat luar biasa, dikuatkan lagi dukungan oleh Bapak Moh. Zein selaku pembina FKDT Jateng yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR Provinsi Jawa Tengah.

Tidak ketinggalan pula Bapak Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah turut berapresiasi dengan adanya Buku tersebut. Maka dari itu para Pimpinan dan Jajaran Pengurus FKDT se-Jawa Tengah sangat gembira atas support dari berbagai pihak.

Semoga Buku Ajar Pegon Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah bermanfaat dan nantinya akan lebih baik dan tambah berkualitas. #redaksikangmasy #dpwfkdtjateng

Bagikan Tulisan

3 thoughts on “Sukses… Launching Buku Ajar Pegon Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah

  1. Saya A. Holil Hasrat, Pengajar MDTA Subulus Salam desa Dukuhlo kec. Bulakamba-Brebes, sangat bergembira sekali dengan lounching buku ajar MDT yang memakai huruf arab pegon. Akan tetapi hati ini tidak terpuaskan ketika bahasa yang di gunakan bahasa Indonesia. Bukan bahasa jawa kromo/kromo inggil. Seharusnya sebagai warga Jateng, kita wajib mempertahankan budaya jawa, budaya yang semakin punah di generasi milenial ini. Kita sangat bangga sekali jika anak muda bisa bertutur dengan Orang Tuanya atau teman yang lebih tua, dengan memakai bahasa kromo/kromo inggil.
    Bila kita menilik laku lampah para sepuh pengajar pesantren, maka arab pegon dan bahasa Jawa haluslah yang mereka gunakan dalam setiap pengajaran dihadapan para Santrinya.

    1. Terima kasih Ustadz Holil Hasrat atas apresiasinya. Memang seyogyanya buku Arab Pegon menggunakan bahasa Jawa, akan tetapi ruh dari penyusunan buku ini tidak hanya untuk Jawa, melainkan juga untuk saudara-saudara kita yang ada di luar Jawa. Semoga pada penyusunan buku Pegon berikutnya dapat kita wujudkan sebagaimana usulan Ustadz, sekali lagi terima kasih atas masukan dan apresiasinya.
      (Koordinator Tim)

  2. Kami guru madrasah dinniyah nurul huda sembungharjo genuk smg, bersyukur atas terbitnya buku arab pegon oleh FKDT jateng, semoga buku itu bisa diperbanyak dan didistribusikan ke madrasah2 dininiyah di seluruh jawa tengah , semoga sukses , amiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *