Muscab DPC FKDT Kota Tegal: Membangun Regenerasi dg Damai dan Santun

Artikel Berita

Oleh: Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Konstestasi dalam ruang pemilihan sarat dengan muatan persaingan dan perebutan. Persaingan untuk meraih kursi nomer satu dalam satu lembaga sebelumnya bisa karena dalam lembaga tersebut bermunculan sekian faksi. Hal tersebut menjadi sandungan dalam sebuah lembaga ketika faksi yang berkembang menghalalkan berbagai cara untuk meraih kekuasaan menjadi pimpinan.

Fenomena tersebut di atas tidak berlaku untuk lembaga FKDT Kota Tegal. Proses regenerasi dengan mekanisme Muscab yang berlangsung hari ini ( Ahad , 13 Nopember 2022 di hotel Plaza Tegal ) akan berlangsung dengan damai, penuh kesantunanan dan saling mendukung untuk kemajuaan Madin di Kota Tegal.

Oleh karena itu perhelatan Muscab FKDT Kota Tegal menjadi contoh untuk FKDT lainnya di Jawa Tengah. Disamping dilaksanakan secara damai dan santun, secara normatif yuridis mengacu kepada ketentuan yang termaktub dalam AD ART Munas tahun 2022. Sehingga dalam tataran formalitas dan legalitas organisasi sudah memenuhi ketentuan sebagaimana mestinya. Lebih dari itu pergerakan dan pemikiran dalam satu gerbong untuk memajukan organisasi menjadi kekuatan yang utuh tanpa ada polarisasi.

Polarisasi timbul karena tidak terbangun dalam satu persepsi yang berujung kepada menggalang kekuatan kelompok. Kekuatan dan dinamika kelompok yang tidak didasari semangat kedewasaan dan kesantunan dalam berorganisasi acap kali menjadi hambatan jalannya organiasasi. Kamus ini tidak berlaku untuk FKDT Kota Tegal yang sudah sekian tahun menjalin komunikasi dengan komunitas birokrat, politisi dan tokoh masyarakat kota Tegal.

Kehadiran FKDT Kota Tegal sangat dirasakan oleh semua Madin yang secara rutin menyelenggarakan event tahunan.

Berkaca dari Kota Tegal dibawah Kepemimpinan Solichun, FKDT Kab/Kota di Jawa Tengah bisa “ngangsu kaweruh” dalam membawa gerbong FKDT pada on the track dengan tujuan membesarkan FKDT dan Madin. Sekalipun jumlah Madin di kota Tegal hanya sekitar 68 an lembaga, namun berangkat dari yang sedikit kita selalu berbenah dengan komitmen yang tinggi menjadi modal dasar untuk menggerakan FKDT.

Melalui Muscab FKDT Kota Tegal merupakan mekanisme membangun regenerasi dengan santun dan damai. Proses regenerasi tidak terpaku pada orang nomor satu (ketua) tapi mengawal regenerasi bisa terjadi melanjutkan dengan inovasi program yang progresif dan kreatif. Oleh karena itu ide dan gagasan pemikiran untuk kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan diniyah merupakan pilar regenerasi secara konseptual. Tentu semua itu berpegang pada kaidah “Al Mahafadhatu ala qodimslisholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, melestrasikan program kegiatan yang masih relevan dan menggali inovasi konsep program pemikian yang lebih baik dan relevan.

#zend

Bagikan Tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *